Rencana Perjalanan Menemukan Bhutan 10 Hari

4.8 / 5.0
64 Reviews ( Read Reviews )
  • Takstang Monastery

    Takstang Monastery
    One of the most sacred monasteries in Bhutan

  • 塔桑寺

    塔桑寺
    不丹最神聖的地方之一

  • Trongsa Dzong

    Trongsa Dzong
    Once the seat of the Wangchuck dynasty of Poenlops (Governors)

  • 通薩宗

    通薩宗
    曾經是王曲克王朝Poenlops的座位

  • Phobjikha Valley

    Phobjikha Valley
    A Shangri-La within a Shangri-La and the winter home of the Black Neck Cranes

  • 富畢卡山谷,崗提

    富畢卡山谷,崗提
    香格里拉香格里拉之内和黑颈鹤的家过冬

  • Paro Valley

    Paro Valley
    Pachhu, the river that runs through Paro Valley

  • 帕羅出谷

    帕羅出谷
    Pachhu,贯穿帕罗山谷河流

  • Paro Valley

    Paro Valley
    Paddy fields before the harvest season

  • 帕羅出谷

    帕羅出谷
    在收獲季節前的稻田

Bulan Yang Sesuai Sepanjang tahun
Keberangkatan kapan saja. satu orang untuk pergi
Harga Pokok USD 2,209 untuk kelompok 1 orang
USD 2,119 per pax untuk grup pribadi 2 orang
USD 1,849 per pax untuk 3 orang dan selebihnya
Tambahan USD 450 per pax untuk perjalanan selama musim liburan

Harga dikutip sudah termasuk biaya tambahan, tidak termasuk tiket pesawat
Apa saja yang termasuk dalam paket dan pertanyaan yang sering ditanyakan lainnya »

 

Day 1

     Hari 1 : Kedatangan di Paro, Bhutan

Elevation 2,280 m     Weather in Paro

Selamat datang di Bhutan dan hari pertama kamu di Daratan Naga Petir, atau Land of the Thunder Dragon! Kamu akan disambut oleh tour guide ketika keluar dari Aula Kedatangan (Arrival Hall). Di ketinggian lebih dari 2,200m di atas permukaan laut, kamu harus menyesuaikan diri dengan dataran tinggi. Jadi kita akan bersantai dengan perjalanan singkat ke hotel, dimana kamu bisa menikmati makan siang khas Bhutan, lalu melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat di sekitar ibukioa Thimphu.

Kita akan memulai perjalanan di Cagar Motithang Takin, tempat tinggal binatang nasional Bhutan – Takin. Binatang ini seringkali di gambarkan seperti rusa yang tersengat lebah. Awalnya, cagar ini merupakan kebun binatang kecil, tapi sang raja memutuskan bahwa ‘memenjarakan’ binatang tidak sejalan dengan ajaran agama Buddha, dan maka semua binatangnya dilepaskan ke alam liar. Namun si takin mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan situasi barunya, maka dari itu cagar ini dibuat untuk merawat binatang jinak ini.

Setelah ini kita akan melanjutkan perjalanan ke Buddha View Point, dimana kita bisa melihat patung Buddha Dordenma, yang berukuran sekitar 51 meter. Patung ini merupakan salah satu patung Buddha terbesar di duniam dan merupakan tempat yang paling tepat untuk menikmati pemandangan kota Thimphu yang menawan.

Hotels:

Day 2

     Menjelajahi Thimphu

Elevation 2,320 m     Weather in Thimphu

Setiap akhir pekan, warga lokal biasanya berkumpul di pinggiran sungai untuk kegiatan Centenary Farmers’ Market, dimana warga desa dari perbukitan datang untuk menjual produk pertanian dan kerajinan tangan mereka.

Hari ini kita akan mengunjungi Museum Nasional Warisan Rakyat (National Folk Heritage Museum), yang menghubungkan Bhutan dengan sejarahnya melalui pameran, presentasi dan artefak. Dengan desain yang mirip rumah di pedesaan, gedung tiga lantai dari abad ke-19 ini memiliki berbagai macam seni, budaya dan juga pusaka.

National Memorial Chorten dibangun pada tahun 1974 untuk menghormati almahrum Raja Jigme Dorji Wangchuk. Chorten adalah sebutan untuk bangunan stupa yang digunakan sebagai tempat meditasi dan dikenal sebagai salah satu landmark keagamaan paling terliohat di Bhutan. 

Di Pabrik Kertas Jungshi, kamu bisa melihat seni pembuatan kertas. Para pengrajin akan mendemonstrasikan bagaimana kertas tradisional Deh-sho dibuat menggunakan dua spesies pohon lokal. Para biksu menggunakan Deh-sho untuk menulis doa dan mencetak menggunakan blok kayu.

Di luar Thimphu adalah Simtokha Dzong, benteng tertua di Bhutan. Menurut legenda, benteng ini dulu dibangun untuk memenjarakan iblis yang meneror daerah setempat. Benteng unik satu ini menonjolkan mural-mural  dan pahatan bernuansa Buddhist di dalamnya.

Thimphu Tashichho Dzong, adalah benteng tradisional dan biara Buddha, dan merupakan yang terbesar di kota ini. Gedungnya menonjolkan arsitektur Bhutan yang unik, tanpa menggunakan paku atau rencana tertulis, gedung ini adalah tempat kedudukan Raja Bhutan. 

Hotels:

Day 3

     Menjelajahi Thimphu

Elevation 2,320 m     Weather in Thimphu

Setiap akhir pekan, warga lokal biasanya berkumpul di pinggiran sungai untuk kegiatan Centenary Farmers’ Market, dimana warga desa dari perbukitan datang untuk menjual produk pertanian dan kerajinan tangan mereka.

Hari ini kita akan mengunjungi Museum Nasional Warisan Rakyat (National Folk Heritage Museum), yang menghubungkan Bhutan dengan sejarahnya melalui pameran, presentasi dan artefak. Dengan desain yang mirip rumah di pedesaan, gedung tiga lantai dari abad ke-19 ini memiliki berbagai macam seni, budaya dan juga pusaka.

National Memorial Chorten dibangun pada tahun 1974 untuk menghormati almahrum Raja Jigme Dorji Wangchuk. Chorten adalah sebutan untuk bangunan stupa yang digunakan sebagai tempat meditasi dan dikenal sebagai salah satu landmark keagamaan paling terliohat di Bhutan. 

Di Pabrik Kertas Jungshi, kamu bisa melihat seni pembuatan kertas. Para pengrajin akan mendemonstrasikan bagaimana kertas tradisional Deh-sho dibuat menggunakan dua spesies pohon lokal. Para biksu menggunakan Deh-sho untuk menulis doa dan mencetak menggunakan blok kayu.

Di luar Thimphu adalah Simtokha Dzong, benteng tertua di Bhutan. Menurut legenda, benteng ini dulu dibangun untuk memenjarakan iblis yang meneror daerah setempat. Benteng unik satu ini menonjolkan mural-mural  dan pahatan bernuansa Buddhist di dalamnya.

Thimphu Tashichho Dzong, adalah benteng tradisional dan biara Buddha, dan merupakan yang terbesar di kota ini. Gedungnya menonjolkan arsitektur Bhutan yang unik, tanpa menggunakan paku atau rencana tertulis, gedung ini adalah tempat kedudukan Raja Bhutan. 

Hotels:

Day 4

     Thimphu ke Punakha

Elevation 1,300 m     Weather in Punakha

Dalam perjalanan ke Punakha, yang dulu merupakan ibukota Bhutan, kita akan berhenti di Dochula Pass. Lokasi ini menunjukkan pemandangan 360 derajat pergunungan Himalaya yang menawan, dan juga merupakan rumah bagi 108 Druk Wangyal Chortens (stupa). Ashi Dorji Wangmo Wangchuck, ibu Ratu Bhutan saat ini, membangun tempat peringatan ini untuk mengenang kemenangan Bhutan melawan pemberontak dari India, dan untuk melepaskan jiwa-jiwa mereka yang sudah meninggal.

Punakha Dzong yang duduk di ujung dua sungai terkenal sebagai salah satu tempat paling indah di seluruh Bhutan. Tidak hanya menawarkan arsitektur Bhutan yang spektakuler, bangunan ini juga dikelilingi pohon-pohon Jacaranda yang identik dengan warna lavendernya. Dibangun pada tahun 1637, struktur dengan enam tingkat ini merupakan dzong kedua terbesar dan tertua di seluruh Bhutan. Gedung ini adalah tempat tinggal musim dingin sang Je Khenpo (Kepala Biara Bhutan). Pada tahun 2011, tempat ini dijadikan lokasi pernikahan Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dan Ratu Jetsun Pema.

Khamsum Yulley Namgyal Chorten adalah contoh seni dan arsitektur khas Bhutan yang tidak ada duanya, dibangun oleh Ibu Ratu ketiga, Ashi Tshering Yangdon Wangchuck. Chorten ini memakan waktu 9 tahun untuk dibangun, dengan hanya menggunakan tulisan-tulisan suci untuk mengkonstruksi kuil empat tingkat ini. Hanya bisa diakses dengan berjalan kaki, pengunjung akan melewati jembatan gantung yang dihiasi bendera warna-warni dalam perjalanan satu jam menuju lokasi ini. 

Hotels:

Day 5

     Punakha ke Bumthang

Elevation 2,600 m - 4,000 m     Weather in Bumthang

Lembah Bumthang adalah daerah penting untuk Buddhisme di Bhutan. Pada tahun 746 masehi, dipercaya bahwa Guru Rinpoche tiba di sini untuk melepaskan iblis dari sang raja, dan lalu mengajarkan Buddhisme pada masyarakat dan mengembalikan perdamaian ke daerah tersebut. Selepas itu, Guru Rinpoche tetap tinggal di lembah tersebut untuk membangun lebih dari 40 kuil.

Dipagi hari, kita akan memulai hiking ke Tamzhing Goemba. Dibangun pada tahun 1501, biara ini termasuk penting karena ada hubungan langsung dengan orang suci yang dikenal sebagai Pema Lingpa. Kita akan melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi biara suci Kurjey Lhakhang, dimana terdapat sebuah batu yang menunjukkan ‘rekaman’ (imprint) tubuh Guru Rinpoche, setelah ia melemahkan iblis Shelging Karpo yang kuat itu.

Legenda setempat mengatakan, seekor iblis raksasa sempat menghalangi penyebaran agama Buddha dengan meletakkan tubuhnya di seluruh Tibet dan Bhutan. Pada tahun 659 masehi, Raja Sontsen Gambo membangun 108 kuil dalam satu hari untuk menyematkan dia ke muka bumi. Jambay Lhakhang adalah satu dari dua kuil yang dibangun di Bhutan hari itu, dan setiap bulan Oktober menjadi lokasi festival penuh warna untuk perayaan.

Jakar Dzong didirkan pada tahun 1549 oleh kakek buyut Zhabrung Ngawang Namgyal, bapak negara dan penyatu Bhutan di abad pertengahan. Dikenal sebagai Kastil Burung Putih (Castle of the White Bird), struktur ini dibangun di atas bukit karena para biksu diiring ke sana oleh seekor burung putih yang besar.

Di sore hari, kita akan mendaki kecil ke Thangbi Lhakhang. Terletak di lembah Thangbi yang cantik, lokasi ini hanya bisa di akses dengan berjalan kaki dan dengan menyebrangi jembatan gantung.

Hotels:

Day 6

     Punakha ke Bumthang

Elevation 2,600 m - 4,000 m     Weather in Bumthang

Lembah Bumthang adalah daerah penting untuk Buddhisme di Bhutan. Pada tahun 746 masehi, dipercaya bahwa Guru Rinpoche tiba di sini untuk melepaskan iblis dari sang raja, dan lalu mengajarkan Buddhisme pada masyarakat dan mengembalikan perdamaian ke daerah tersebut. Selepas itu, Guru Rinpoche tetap tinggal di lembah tersebut untuk membangun lebih dari 40 kuil.

Dipagi hari, kita akan memulai hiking ke Tamzhing Goemba. Dibangun pada tahun 1501, biara ini termasuk penting karena ada hubungan langsung dengan orang suci yang dikenal sebagai Pema Lingpa. Kita akan melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi biara suci Kurjey Lhakhang, dimana terdapat sebuah batu yang menunjukkan ‘rekaman’ (imprint) tubuh Guru Rinpoche, setelah ia melemahkan iblis Shelging Karpo yang kuat itu.

Legenda setempat mengatakan, seekor iblis raksasa sempat menghalangi penyebaran agama Buddha dengan meletakkan tubuhnya di seluruh Tibet dan Bhutan. Pada tahun 659 masehi, Raja Sontsen Gambo membangun 108 kuil dalam satu hari untuk menyematkan dia ke muka bumi. Jambay Lhakhang adalah satu dari dua kuil yang dibangun di Bhutan hari itu, dan setiap bulan Oktober menjadi lokasi festival penuh warna untuk perayaan.

Jakar Dzong didirkan pada tahun 1549 oleh kakek buyut Zhabrung Ngawang Namgyal, bapak negara dan penyatu Bhutan di abad pertengahan. Dikenal sebagai Kastil Burung Putih (Castle of the White Bird), struktur ini dibangun di atas bukit karena para biksu diiring ke sana oleh seekor burung putih yang besar.

Di sore hari, kita akan mendaki kecil ke Thangbi Lhakhang. Terletak di lembah Thangbi yang cantik, lokasi ini hanya bisa di akses dengan berjalan kaki dan dengan menyebrangi jembatan gantung.

Hotels:

Day 7

     Bumthang

Elevation 2,600 m - 4,000 m     Weather in Bumthang

Lembah Bumthang dikenal sebagai daerah penting Buddhisme di Bhutan. Pada tahun 746 masehi, dipercaya bahwa Guru Rinpoche tiba di sini untuk melepaskan iblis dari sang raja, dan lalu mengajarkan Buddhisme pada masyarakat dan mengembalikan perdamaian ke daerah tersebut. Selepas itu, Guru Rinpoche tetap tinggal di lembah tersebut untuk membangun lebih dari 40 kuil.

Dipagi hari, kita akan memulai hiking ke Tamzhing Goemba. Dibangun pada tahun 1501, biara ini termasuk penting karena ada hubungan langsung dengan orang suci yang dikenal sebagai Pema Lingpa. Kita akan melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi biara suci Kurjey Lhakhang, dimana terdapat sebuah batu yang menunjukkan ‘rekaman’ (imprint) tubuh Guru Rinpoche, setelah ia melemahkan iblis Shelging Karpo yang kuat itu.

Legenda setempat mengatakan, seekor iblis raksasa sempat menghalangi penyebaran agama Buddha dengan meletakkan tubuhnya di seluruh Tibet dan Bhutan. Pada tahun 659 masehi, Raja Sontsen Gambo membangun 108 kuil dalam satu hari untuk menyematkan dia ke muka bumi. Jambay Lhakhang adalah satu dari dua kuil yang dibangun di Bhutan hari itu, dan setiap bulan Oktober menjadi lokasi festival penuh warna untuk perayaan.

Jakar Dzong didirkan pada tahun 1549 oleh kakek buyut Zhabrung Ngawang Namgyal, bapak negara dan penyatu Bhutan di abad pertengahan. Dikenal sebagai Kastil Burung Putih (Castle of the White Bird), struktur ini dibangun di atas bukit karena para biksu diiring ke sana oleh seekor burung putih yang besar.

Di sore hari, kita akan mendaki kecil ke Thangbi Lhakhang. Terletak di lembah Thangbi yang cantik, lokasi ini hanya bisa di akses dengan berjalan kaki dan dengan menyebrangi jembatan gantung.

Hotels:

Day 8

     Bumthang ke Gangtey

Elevation 3,000 m     Weather in Gangtey

Dalam perjalanan ke Gangtey, kita akan melewati Trongsa, rumah leluhur dari keluarga kerajaan Wangchuck. Trongsa sendiri artinya adalah “kota baru,” dan kuil pertama di lokasi ini dibangun pada tahun 1543. Menurut adat, setiap raja Bhutan sudah menduduki posisi sebagai Trongsa Penlop, atau gubernur, sebelum menaiki takhta.

Trongsa Dzong dibangun pada tahun 1644, dan dikuasai oleh dinasti Wangchuck sampai mereka menjadi penguasa Bhutan pada tahun 1907. Karena lokasinya berada di satu-satunya jalan yang menghubungkan Bhutan barat dan timur, semua perdagangan di kuasai oleh dzong yang satu ini. Berkembang di bawah naungan Zhabdrung Ngawang Namgyal, struktur raksasa dengan dinding-dinding tingginya bisa menutup semua kegiatan perdagangan antara timur dan barat hanya dengan menutup pintunya.

Di atas pergunungan ada Taa Dzong, sebuah menara pengawas yang dibangun pada tahun 1652 untuk menghindari serangan dari kota di bawahnya. Hari ini, menara tersebut digunakan menjadi Museum Warisan Kerajaan (Royal Heritage Museum), yang menunjukkan sejarah daerah dan juga dinasti Wangchuck. Di dalam museum terdapat seni-seni Buddhisme, kenangan kerajaan, jaket berusia 500 tahun milik Ngagi Wangchuck, dan biografi tertulis tangan tentang Guru Rinpoche yang ditulis oleh Padma Kathang. Kamu bisa membaca lebih jauh lagi tentang sejarah dan pentingnya Taa Dzong di dalam buku Tower of Trongsa (Menara Trongsa) yang ditulis oleh Christian Schicklgruber. 

Hotels:

Day 9

     Gangtey

Elevation 3,000 m     Weather in Gangtey

Hari ini kita akan menuju Lembah Phobjikha (Gangtey), lokasi yang terkenal sebagai rumah musim dingin para burung bangau berleher hitam, atau black-necked cranes (Grus nigricollis). Di sinilah kamu bisa melihat 600 ekor burung nan elegan dan pemalu, yang biasanya bermigrasi dari Tibet di antara bulan November dan Maret. Lembah yang berbentuk seperti mangkok ini juga merupakan daerah pelestarian satwa liar, jadi kamu tentunya bisa melihat binatang-binatang unik dari Bhutan lainnya, termasuk muntjac, sambar, serow atau lembu.

Gangtey Goemba adalah kuil dari abar ke-17 yang duduk di atas sebuah bukit, dengan pemandangan lembah luas. Bangunan ini merupakan salah satu contoh arsitektur khas Tibet, dengan aula ibadah (tshokhang) yang memiliki delapan tiang besar. Di abad ke-15, Pema Lingpa berkata bahwa sebuah kuil akan di bangun di sini, agar ajarannya bisa disebarkan. Pada tahun 1613, cucu dan wujud reinkarnasi Pema Lingpa, melengkapi ramalan ini dengan membangun kuil Nyingma di lokasi tersebut. Kuenzang Chholing, sebuah gedung panjang berwarna putih dekat sini, adalah tempat dimana para biksu bermeditasi selama tiga tahun, tiga bulan dan tiga hari.

Saat mengunjungi Lembah Gangtey, kamu bisa tinggal di hotel atau menginap di rumah keluarga setempat. Kesempatan unik ini akan memperkenalkan kamu pada kebiasaan keluarga Bhutan lewat interaksi personal bersama mereka.

Hotels:

Day 10

     Gangtey

Elevation 3,000 m     Weather in Gangtey

Hari ini kita akan menuju Lembah Phobjikha (Gangtey), lokasi yang terkenal sebagai rumah musim dingin para burung bangau berleher hitam, atau black-necked cranes (Grus nigricollis). Di sinilah kamu bisa melihat 600 ekor burung nan elegan dan pemalu, yang biasanya bermigrasi dari Tibet di antara bulan November dan Maret. Lembah yang berbentuk seperti mangkok ini juga merupakan daerah pelestarian satwa liar, jadi kamu tentunya bisa melihat binatang-binatang unik dari Bhutan lainnya, termasuk muntjac, sambar, serow atau lembu.

Gangtey Goemba adalah kuil dari abar ke-17 yang duduk di atas sebuah bukit, dengan pemandangan lembah luas. Bangunan ini merupakan salah satu contoh arsitektur khas Tibet, dengan aula ibadah (tshokhang) yang memiliki delapan tiang besar. Di abad ke-15, Pema Lingpa berkata bahwa sebuah kuil akan di bangun di sini, agar ajarannya bisa disebarkan. Pada tahun 1613, cucu dan wujud reinkarnasi Pema Lingpa, melengkapi ramalan ini dengan membangun kuil Nyingma di lokasi tersebut. Kuenzang Chholing, sebuah gedung panjang berwarna putih dekat sini, adalah tempat dimana para biksu bermeditasi selama tiga tahun, tiga bulan dan tiga hari.

Saat mengunjungi Lembah Gangtey, kamu bisa tinggal di hotel atau menginap di rumah keluarga setempat. Kesempatan unik ini akan memperkenalkan kamu pada kebiasaan keluarga Bhutan lewat interaksi personal bersama mereka.

Hotels:

Day 11

     Gangtey ke Paro

Elevation 2,280 m     Weather in Paro

Kita akan melakukan perjalanan kembali ke Lembah Paro, lokasi kuil-kuil tertua dan satu-satunya bandara di negara ini. Kombinasi antara yang tua dan baru adalah alasan mengapa Paro bagian penting dari masa lalu, masa kini dan masa depan Bhutan.

Lembah Paro adalah lokasi Gunung Chomolhari (Jomolhari), yang terletak di perbatasan barat laut Bhutan dan Tibet. Gunung tersebut seringkali di sebut sebagai istri dari Kangchenjunga, gunung tertinggi ke-tiga di dunia. Chomolhari adalah gunung tertinggi di Bhutan, dengan ketinggian sekitar 7,300 meter. Air es yang mengalir dari atas gunung adalah sumber air sungai-sungai di Lembah Paro.

Paro (Rinpung) Dzong artinya Benteng Permata, karena dibangun menggunakan batu ketimbang tanah liat. Bangunan ini merupakan contoh arsitektur abad ke-15, dan merupakan salah satu dzong yang paling menawan di seluruh Bhutan. Saat ini, Paro Dzong adalah pusat pemerintahan di Paro. Sebuah jembatan penopang yang menjembatani sungai sempat rusak akibat kobaran api pada tahun 1907, dan sempat terhanyut karena banjir, jadi konstruksi aslinya sudah hilang.

Terletak di atas bukit di atas Paro Dzong adalah Ta Dzong. Menara pengawas berbentuk silinder ini dibangun pada tahun 1649 dan digunakan menjadi Museum Nasional Bhutan pada tahun 1968. Bangunan spiral ini adalah tempat berbagai macam barang antik, seni, tekstil, dan senjata yang menceritakan sejarah Bhutan.

Hotels:

Day 12

     Paro

Elevation 2,280 m     Weather in Paro

Kita akan mendaki (hiking) selama dua jam ke Kuil Taktsang, lokasi yang dikenal sebagai kuil paling populer di kalangan fotografer di Bhutan. Tempat ini hanya bisa diakses dengan berjalan kaki, dan merupakan tempat suci yang di bangun di ujung sebuah tebing, lebih dari 3,000m di atas permukaan laut. Ini adalah tempat dimana Guru (Rinpoche) Padmasambhava, pelopor agama Buddha khas Bhutan, yang katanya mendarat di tempat tersebut sambil menunggangi seekor harimau. Mendaki ke bagian kafetaria yang di hiasi bendera warna-warni akan membawa kamu ke indahnya pemandangan Himalaya.

Tidak jauh dari sini adalah reruntuhan Drukgyal Dzong. Zhabdrung Ngawang Namgyal membangun benteng ini pada tahun 1647 untuk menangkal prajurit Tibet. Di tahun 1957, api menghancurkan dzong tersebut, dan dibiarkan dalam kondisi runtuhnya sebagai pengingat masa lalu hebat dan kemenangan militer Bhutan. Di hari cerah, puncak salju gunung Chomolohari bisa terlihat dari sini.

Kita akan menyelesaikan tur dengan mengunjungi Kyichu Lhakhang, salah satu kuil Buddha yang tertua di Bhutan. Ini adalah salah satu dari dua kuil di Bhutan yang di bangun oleh Raja Tibet Songsten Gambo dalam satu hari untuk menangkal iblis raksasa yang menghalangi penyebaran agama Buddha pada jaman dahulu. 

Hotels:

Day 13

     Meninggalkan Paro

Elevation      Weather in Paro

Hari ini adalah hari kita berpisah dengan negara Himalaya yang begitu indah ini, dan kita akan kembali dengan penerbangan awal ke Singapura. Kami harap kamu sudah berteman dengan orang-orang Bhutan dan mengambil banyak foto yang bisa kamu simpan sebagai kenangan dari Bhutan. Tentunya kami berharap akan bertemu kamu lagi di negara indah yang penuh pesona ini! Tashi Delek! 

What's Included

Suitable Months
Prices
What's Excluded

Our Guarantee

Guaranteed Visa approval. We have yet to disappoint a single of our travellers in term of Visa issuance.

Your choice of hotels will be confirmed for your inspection before your arrival. We only book you on hotels which we love and would love again.

We will be happy to change your guide, driver or vehicle on the first two days of arrival in Thimphu if you are not satisfied with our selection. Drop us a note and our hospitality team be on the spot to assist you.

We’re here to help. Our world-class member services team is available by phone or email — there's no automated system or call center; you'll communicate with a real person.

Frequently Asked Questions


I'm planning to travel alone without joining another group, is that possible?
Yes. Most of our guests are traveling in private group of 1 to dozens.

I would like to do an overnight camp or trekking, can that be incorporated?
Yes. We will be able to add a short or longer trek depending on your preference. It may require you to extend your stay or skip certain towns. You can also extend your stay to add a trek without missing any points of interest

I would like to one night of camping and a short hike.
We can arrange that in Paro. You may opt to do an overnight camping before Tiger Nest.

Ask Us A Question



Login is required to post a question.
MR
Minal Rukhana
24 Feb 2018
would you be able to give me the cost in indian rupees ? per person on twin sharing and triple occupancy ?

Recent Customer Reviews 4.8 / 5.0 ( Read Reviews )


96.5 % of Our Travellers Recommend This Travel Plan

Sort by: Newest / Oldest


 
Wan Ling & Soo Cheng
Singapore, Aug 2017

Mr Jigme Zampo, our guide, was professional, experienced and knowledgeable. He was very attentive and would often go the extra mile to ensure that our stay was comfortable and memorable. For example, Jigme had introduced Bhutan's national sport, archery, to us. During the trip, he made it possible for us to play a few rounds of archery and it was really fun! Mr Kinley, our driver, was very alert and careful throughout the trip. We felt very safe on the roads with him. We are very thankful and appreciative to have both of them with us on this trip.
The itinerary was relaxed and well planned. We were very pleased with the food too. For the accommodation, Lobesa and Osel were awesome!
Overall, we had a great trip, made possible especially with Mr Jigme and Mr Kinley. We are also

+Read Full Review


E
Eli
Indonesia, Jun 2017

Kuzu zangpola!

I can't stop my sadness of leaving Bhutan. It is such a wonderful place with a warm hospitality that I just feel like really want to just move and stay there. haha.. I hope that will never change until I come back to Bhutan in the future.

Me and my husband really lucky to have Mr. DORJEE and Mr. HAAP SANGAY as our travel companion. 10-12 hours of ride on the bumpy road and 7 hours of trekking feels like a joyful experience. They both feel each of our day with joy and endless of laughter! They even help me to arrange a simple birthday celebration for my husband and he is just so happy and touched. And also really thank you so much for helping me with all of my unstoppable questions. The name of Sangay Dorji will be my lucky charm forever haha.

+Read Full Review


KV
Karen Velasco
Chile, Jun 2017

The trip to Bhutan was wonderful! Dawa my guide and Geldshen my driver were absolutely fantastic and they really went out god their way to make my trip unforgettable.
Tiger Nest was just breathtaking!
The hike up and finally seeing the monastery was really beautiful. I was sad to leave. Bhutan to me was very peaceful and friendly. Loved it!

Karen

+Read Full Review


Read More Testimonial »