Rencana Perjalanan 7 Hari Penting Bhutan

4.8 / 5.0
150 Reviews ( Read Reviews )
  • Punakha Valley

    Punakha Valley
    Clear Blue Skies complimenting the beauty of Punakha valley

  • 普纳卡宗

    普纳卡宗
    湛蓝的天空称赞普那卡山谷的美景

  • Punakha Dzong

    Punakha Dzong
    The ancient capital of Bhutan is also often considered the most beautiful Dzong in Bhutan. First King of Bhutan was coronate in this Dzong.

  • 普那卡宗

    普那卡宗
    不丹古都也經常被称为不丹最美丽的宗。不丹第一国王是在這加冕的。

Bulan Yang Sesuai Sepanjang tahun
Basis Harga USD 1,479 untuk 1 kelompok orang
USD 1,419 per pax untuk 2 kelompok orang pribadi
USD 1,239 per pax untuk 3 orang dan di atas
Tambahan USD 300 per pax untuk perjalanan selama periode puncak

Harga dikutip termasuk biaya tambahan, Tidak termasuk udara-tiket
Apa saja yang termasuk dalam paket dan yang Sering Diajukan lainnya »

 

Day 1

     Kedatangan di Paro, Bhutan

Elevation 2,280 m     Weather in Paro

Begitu sampai di Bandara Internasional Paro, kamu akan disambut oleh tour guide ketika keluar dari Aula Kedatangan (Arrival Hall). Hari ini, kita akan bersantai agar kamu bisa menyesuaikan diri dengan ketinggian lokasi yang ada di 2,280m di atas permukaan laut. Perjalanan akan dimulai menuju Thimphu, dimana kita akan check-in ke hotel.

Thimphu adalah ibukota Bhutan, dan merupakan lokasi yang sempurna untuk transisimu dari kehidupan sehari-hari ke negara kami yang unik dan tiada duanya. Kamu akan mendapatkan kesempatan untuk melihat kehidupan lokal, mulai dari para biksu yang mengenakan jubah merah tradisional mereka, para laki-laki yang mengenakan pakaian garis-garis mereka, dan para wanita yang mengenakan pakaian warna-warni. Begitu kamu selesai bersantai sebentar di hotel, kita akan memulai perjalanan dengan mengelilingi tempat-tempat penting di Bhutan.

National Memorial Chorten dibangun pada tahun 1974 untuk mengenang Jigme Dorji Wangchuk, Raja Bhutan Ketiga (1928-1972). Chorten adalah sebutan untuk bangunan stupa, atau struktur yang berbentuk setengah bulatan, yang digunakan sebagai tempat meditasi. Bangunan yang berwarna putih dengan ornamen keemasan diatapnya adalah lokasi yang sering dikunjungi untuk berdoa, karena dianggap sebagai representasi kekuatan dan kebaikan Raja Bhutan Ketiga.

Thimphu Tashiccho Dzong adalah sebuah benteng sekaligus biara Buddhist yang dibangun dengan desain arsitektur khas Bhutan. Terletak di samping Wang Chhu (sungai), tempat ini juga merupakan tempat Druk Desi, pemimpin pemerintah sipil, dan lokasi kantor Raja Bhutan saat ini.

Pada akhir pekan, Centenary Farmers’ Market menjadi lokasi dimana para petani menjual sayuran, keju, biji-bijian dan kadang-kadang bahkan paha lembu. Di seberang jalan adalah Kundeyling Baazam, dimana kamu bisa menawar untuk kerajinan tangan lokal, seperti manik-manik mala dan roda sembahyang (prayer wheels). Setelah ini kita akan melakukan perjalanan menuju Buddha Point di Taman Alam Kuenselphodrang, dimana kita bisa melihat patung Buddha Dordenma, takhta Vajra Buddha, yang berukuran sekitar 51 meter. Patung ini merupakan salah satu patung Buddha terbesar di dunia, dan terletak di atas bukit yang menunjukkan pemandan indah perbukitan dan gunung-gunung disekitar. Setelah kembali ke kota untuk makan malam, kamu bisa menikmati malammu dengan berjalan di sekitar Thimphu dan mengunjungi toko-toko, bar atau kafe kota ini.

Hotels:

Day 2

     Menjelajahi Thimphu

Elevation 2,320 m     Weather in Thimphu

Setelah makan pagi, perhentian pertama kita adalah Museum Nasional Warisan Rakyat (National Folk Heritage Museum), yang dibangun untuk memelihara kesenian rakyat Bhutan. Bangunan dari abad ke-19 yang telah di renovasi ini ditata seperti rumah tradisional di desa, dengan tiga lantai yang diisi dengan barang seni, pusaka budaya, dan artefak. Berbagai macam presentasi juga di lakukan sepanjang hari untuk menunjukkan bagaimana warga Bhutan hidup dari abad ke abad.

Di Pabrik Kertas Jungshi, kamu bisa melihat penerapan pembuatan kertas natural yang kuno. Menggunakan batang dari dua spesies pohon lokal (Daphne dan Dhekap), para pengrajin akan mengdemonstrasi bagaimana membuat kertas tradisional Deh-sho. Kamu bahkan bisa mencoba membuat kertas kamu sendiri sebagai cinderamata spesial. Kertas buatan tangan dulu digunakan oleh para biksu untuk menulis doa dan percetakan blok kayu.

Menganyam adalah salah satu seni nasional di Bhutan, jadi kamu bisa belajar semua tentang bahan warna-warni nan indah khas Bhutan di Museum Tekstil Nasional. Atas dukungan Ratu Jetsun Pema, kain-kain Bhutan dikenal sebagai high fashion di seluruh dunia. Karena kepentingan bentuk seni ini, Pemerintah Kerajaan Bhutan bekerja untuk memelihara dan mempromosikan cara-cara menganyam tradisional.

Setelah ini kita akan mengunjungi Cagar Motithang Takin, rumah salah satu makhluk yang rupaya amat unik di muka bumi ini. Takin adalah hewan seperti rusa yang digambarkan seakan ia tersengat lebah. Awalnya, cagar ini merupakan kebun binatang kecil. Namun sang raja memutuskan bahwa ‘memenjarakan’ binatang tidak sejalan dengan ajaran agama Buddha, maka semua binatang-binatangnya di lepaskan ke alam liar. Meski begitu, si Takin ini tidak mau pergi dan malah menjelajahi jalanan di kota untuk mencari makanan. Maka dari itu, cagar ini dibuat dan binatang nasional Bhutan yang satu ini dirawat berdasarkan keputusan kerajaan.

Kita akan mengakhiri hari ini dengan mengunjungi Simtokha Dzong. Dibangun pada tahun 1629, bangunan ini merupakan benteng pertama di Bhutan dan menonjolkan mural-mural  dan pahatan bernuansa Buddhist di dalamnya. Simtokha artinya “batu iblis,” dan menurut legenda, benteng ini dulu menampung iblis di dalam batu yang menghantui daerah tersebut. Sekarang, bangunan ini adalah rumah untuk pusat belajar Dzongkha – bahasa resmi Bhutan – yang diajari para biksu penting. 

Hotels:

Day 3

     Thimphu ke Punakha

Elevation 1,300 m     Weather in Punakha

Hari ini kita akan menuju Punakha, yang dulu merupakan ibukota Bhutan sampai tahun 1955, dimana kita juga akan berhenti di Dochula Pass. Tempat wisata populer ini menawarkan pemandangan 360 derajat pegunungan Himalaya, dan juga rumah bagi 108 Druk Wangyal Chortens (stupa) yang dibangun di atas bukit kecil untuk mengenang prajurit-prajurit Bhutan yang terbunuh di tahun 2003 selama bertempur dengan pemberontak Assamese dari India.

Kuil Druk Wangyal Lhakhang selesai dibangun pada tahun 2008, dan merupakan peringatan untuk 100 tahun kerajaan dan Baginda Raja Singye Wangchuk, Raja Bhutan ke-4, dan pemimpin serangan yang menyingkirkan para pemberontak dari India. Kita akan menjelajahi salah satu tempat paling indah di Bhutan, Punakha Dzong. Terletak di ujung dua sungai, bangunan ini adalah contoh arsitektur khas Bhutan yang dibangun pada tahun 1637 dan merupakaan dzong kedua terbesar dan tertua di seluruh Bhutan. Kompleks ini di kelilingi hutan-hutan Jacaranda, yang menunjukkan kembang lavender yang indah di musim semi. Bangunan raksasa ini memiliki 6 tingkat dengan menara pusat yang tingginya hampir 1,200 meter. Di dalam benteng, ada tiga halaman. Salah satunya lokasi tubuh Zhabdrung Ngawang Namgyal yang telah diawetkan, beliau adalah bapak negara yang mempersatukan Bhutan di abad ke-17. Punakha Dzong juga merupakan lokasi pernikahan Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dan Ratu Jetsun Pema di tahun 2011.

Kita juga akan mengunjungi Khamsum Yulley Namgyal Chorten, yang mencontohkan keindahan seni dan arsitektur Bhutan, dan merupakan satu-satunya di dunia. Dengan arahan dari Ibu Ratu ke-3, Ashi Tshering Yangdon Wangchuck, bangunan ini memakan 9 tahun sampai akhirnya terbangun karena para arsitek, pemahat, pelukis dan tukang kayu hanya menggunakan tulisan-tulisan suci daripada panduan teknik untuk mengkonstruksi kuil empat tingkat ini. Hanya bisa dituju dengan berjalan kaki dengan trekking sekitar satu jam, para pengunjung juga akan melihat barisan-barisan bendera keagamaan di sepanjang jalan menyeberangi Mo Chhu. Pada tahun 1999, kuil ini disucikan untuk menghilangkan energi negatif dan mempromosikan perdamaian, keharmonisan dan kestabilan di seluruh dunia. Bangunan megah ini menawarkan pemandangan indah perbukitan yang patut kamu lihat sendiri. 

Hotels:

Day 4

     Punakha Ke Paro

Elevation 3,000 m     Weather in Paro

Bukit Paro yang indah adalah rumah untuk berbagai macam kuil dan biara tua di Bhutan. Bandara satu-satunya di negara ini adalah di Paro. Bukit ini juga rumah untuk Gunung Chomolhari yang berketinggian 7,300 meter yang terletak di bagian utara perbukitan Paro. 

Kyichu Lhakhang – juga dikenal sebagai kuil Kyerchu atau Lho Kyerchu, adalah salah satu kuil tertua di Bhutan. Mirip seperti Jambhay Lhakhang di Bumthang, kuil ini adalah salah satu dari 108 kuil yang dibangun oleh Raja Tibet Songtsen Gampo untuk melemahkan dan mengatasi seekor raksasa yang menghalangi penyebaran agama Buddha. Menurut legenda, 108 kuil ini dibangun dalam satu malam.

Jelajahi masa lalu dan sejarah dengan mengunjungi abad ke-7 melalui kuil Kyichu. Seperti namanya, kuil ini adalah sebuah wadah untuk perdamaian, dan para pengunjung akan merasa damai di lokasi ini. Disamping kuil adalah sebuah rumah yang telah diubah menjadi museum, dan didedikasikan untuk Dilgo Khyentse Rinpoche, di sini kamu bisa melihat foto-foto dan para peninggalan miliknya.

Dumtse Lhakhang – Pada tahun 1433, si pembangun jembatan besi, Thangton Gyalpo, membangun kuil ini untuk melemahkan seorang iblis yang akhirnya dirantai. Tiga tingkatan bangunan ini adalah representasi neraka, bumi dan surga. Untuk masuk ke dalam Dumtse Lhakhang, kamu akan membutuhkan izin khusus. 

Hotels:

Day 5

     Paro ke Haa

Elevation 2,280 m     Weather in Paro

Perjalanan ke Haa melalui Chle La (3,988m). Dari jalur ini kamu bisa melihat Perbukitan paro di satu sisi, dan perbukitan Haa di sisi lainnya. Kamu juga bisa berpiknik di Chele La jika kamu berkenan. Di Haa, kita akan melihat pemandangan dan lalu pergi menuju desa Katsho dan mengunjungi Katso Lhakhang. Setelah ini kamu akan kembali ke Paro.

Chele La Pass – Mulai hari ini awal untuk perjalanan ke Chele La Pass, yang pada ketinggian 3,988m adalah jalur tertinggi di Bhutan, meliku keatas melalui hutan-hutan pinus biru dan rhododendron (Etho Metho) sepanjang 35km. Di hari yang cerah, pemandangan akan terarah ke gunung tertinggi kedua di Bhutan, Gunung Jomolhari (7,314m), lalu menurun ke perbukitan Haa yang baru terbuka untuk wisatawan asing dari tahun 2002 karena lokasinya sangat dekat dengan perbatasan Sikkim dan Tibet.

Bagi kamu yang memiliki hari santai untuk melihat-lihat, ada pilihan untuk menggunakan mobil dari Chele La Pass ke sisi lain perbukitan Haa. Jika cuaca tidak memungkinkan untuk melewati Chele La Pass karena es atau salju di musim dingin, tour guide kamu akan menawarkan alternatif lain untuk perjalanan ini.

Perbukitan Haa baru dibuka untuk turis pada tahun 2002, dan merupakan bukit yang paling jarang dikunjungi di Bhutan karena kurangnya infrastruktur wisata. Karena hal ini, Haa tidak banyak berubah dari zaman dulu, dengan keluarga-keluarga Bhutan menjalani kehidupan tradisional dan sederhana mereka. Tidak ada hotel untuk turis di sepanjang bukit Valley, jadi para pengunjung akan kembali ke Paro untuk bermalam.

Lhakhang Nagpo, Kuil Hitam – tempat ini adalah tempat yang sangat damai dan senyap, sangat cocok untuk meditasi. Biara ini dibangun pada abad ke-7 oleh Raja Songtsen Gampo dalam misinya untuk membangun 108 kuil dalam satu hari. Terletak di arah utara dari Lhakhang Karpo, menurut legenda Raja Songsten Gampo melepaskan burung merpati hitam dan putih untuk menentukan lokasi-lokasi pembangunan kuil-kuil tersebut. 

Hotels:

Day 6

     Paro

Elevation 2,280 m     Weather in Paro

Di hari terakhir tur ini, kita akan hiking selama satu jam ke Taktsang Monastery, atau Tiger’s Nest, salah satu tempat wisata paling terkenal di Bhutan. Terletak di tebing, lokasi kuil ini lebih dari 3,000 meter di atas permukaan laut dan hanya bisa di akses dengan berjalan kaki. Sepanjang jalan, kita akan melewati bendera-bendera warna warni yang diletakkan untuk melindungi para pengunjung dari roh-roh jahat. Biara ini dibangun di atas goa tempat Guru Padmasambhava bermeditasi selama tiga tahun. Guru Padmasambhava sendiri adalah pelopor agama Buddha di Bhutan yang katanya mendarat di tempat tersebut sambil menunggangi seekor harimau. Tempat ini adalah salah satu tempat paling suci di Bhutan, dan menawarkan pemandangan yang tak terlupakan bagi mereka yang mampu mencapai puncaknya.

Setelah ini kita akan melakukan perjalanan singkat ke daerah utara Paro untuk mengunjungi reruntuhan Drukgyal Dzong. Dibangun pada tahun 1647 oleh Sang Shabdrung Ngawang Namgyal, bapak negara dan pemersatu Bhutan di abad pertengahan, Dzong ini sempat hancur karena kebakaran dan dibiarkan dalam reruntuhannya sebagai peringatan akan kemenangan besar yang dulu menjadi inspirasi pembangunannya. Di hari yang cerah, kamu juga bisa melihat puncak salju gunung Chomolohari.

Kita akan mengakhiri hari dengan mengunjungi Kyichu Lhakhang, kuil Buddha dari abad ke-7 dan merupakan salah satu yang tertua di Bhutan. Menurut legenda, seekor iblis raksasa menghalangi penyebaran agama Buddha di seluruh Himalaya. Raja King Songtsen Gambo membangun 108 kuil di seluruh daerah ini dan di sekitar badan si iblis untuk melemahkannya, dengan Kyichu Lhakhang dibangun untuk menahan kaki kiri si iblis. 

Hotels:

Day 7

     Meninggalkan Paro

Elevation      Weather in Paro

Hari ini adalah hari kita berpisah dengan negara Himalaya yang begitu indah ini, dan kita akan kembali dengan penerbangan awal ke Singapura. Kami harap kamu sudah berteman dengan orang-orang Bhutan dan mengambil banyak foto yang bisa kamu simpan sebagai kenangan dari Bhutan. Tentunya kami berharap akan bertemu kamu lagi di negara indah yang penuh pesona ini! Tashi Delek! 

What's Included

Suitable Months
Prices
What's Excluded

Our Guarantee

Guaranteed Visa approval. We have yet to disappoint a single of our travellers in term of Visa issuance.

Your choice of hotels will be confirmed for your inspection before your arrival. We only book you on hotels which we love and would love again.

We will be happy to change your guide, driver or vehicle on the first two days of arrival in Thimphu if you are not satisfied with our selection. Drop us a note and our hospitality team be on the spot to assist you.

We’re here to help. Our world-class member services team is available by phone or email — there's no automated system or call center; you'll communicate with a real person.

Frequently Asked Questions


I'm planning to travel alone without joining another group, is that possible?
Yes. Most of our guests are traveling in private group of 1 to dozens.

I would like to do an overnight camp or trekking, can that be incorporated?
Yes. We will be able to add a short or longer trek depending on your preference. It may require you to extend your stay or skip certain towns. You can also extend your stay to add a trek without missing any points of interest

I would like to one night of camping and a short hike.
We can arrange that in Paro. You may opt to do an overnight camping before Tiger Nest.

How can I add a festival to the itinerary?
We will have to arrange your arrival to coincide with the festival. That can be arranged.

I'm planning to enter Bhutan next week, how soon can you arrange the Visa?
We have arranged Visa within 3 days notice.

Would you guarantee the Visa approval?
Yes, we have 100% success rate in getting Bhutan Visa in the past 5 years.

Would you be able to arrange for the flight into Bhutan?
Yes, we can. We are the Sales ticketing agent for Royal Bhutan Airline

What's included in the tour package?
All 3 meals per day, all taxes and surcharges, entries into point of interest, daily mineral water, a guide, a driver and a car. Most aspects of your travel have been covered except for shopping and alcoholic drinks.

Is cost of hotel included in the travel package?
Yes, 3 stars hotels are included in the package

Is it safe for female to travel solo?
Yes, it is. As of February 2017, we have arranged for more than 799 travelers who are visited Bhutan on solo trip.

Ask Us A Question



Login is required to post a question.

Recent Customer Reviews 4.8 / 5.0 ( Read Reviews )


96.7 % of Our Travellers Recommend This Travel Plan

Sort by: Newest / Oldest


 
CC
Christina Chow
Singapore, Nov 2018

Thank you for having Ugyen as our guide and Tenzin as our driver. They went out of the way to make sure Carol and I have unique and great experiences in Bhutan. They were very observant and understand what we like and don’t like and then customize the program for us.

+Read Full Review


JT
Julian Tee
Malaysia, Oct 2018

We were really pleased with our 7D6N trip with DrukAsia. Our excellent driver, Uncle Sangay and super sweet guide, Tshering Dorji, have made our travel in Thimphu, Punakha, Phojibkha, Haa and Paro very comfortable despite the arduous journey with challenging road condition.

+Read Full Review


O
Olina
Singapore, Oct 2018

Hello Mr. Sangay Dorji,


Kuzuzangpo la!


Definitely we would like to share with you our feelings and some feedback for our guide Nim and driver Penjor:


We thoroughly enjoyed the trip to Bhutan. On a scale of 0 to 10, we would like to give a rating of 11. This trip has exceeded our expectation in all aspects. The transportation vehicle is very comfortable, clean and almost brand new. Penjor's driving skill is one of the best that we have seen. The route is well designed. Nim is very flexible to accommodate our requests. He speaks excellent English, which makes our communication so easy. He has deep knowledge about the sites, history, politics and culture of Bhutan as well as Buddhism. We learnt a lot from his sharing. Nim is very open minded. We loved the exchanges we had. Those were very inspiring and insightful. He also has a very good sense of humor. We had many laughters together during the trip. Most importantly, both Nim and Penjor are so kind to us: they helped us to wear Kira; they offered to help us with our bags when hiking to the tiger's nest; they brought us to an archery field and let us try this national sport; they taught us to dance, to speak DZong Kha... at the end of our trip, we considered Nim and Penjor much more than our tour guide and driver, we considered them as our dear friends. Nim and Penjor have made our trip to Bhutan a truly unique and unforgettable experience. We would like to provide this excellent feedback for Nim and Penjor in order to recognize their outstanding service.

+Read Full Review


Read More Testimonial »