Festival Dochula Pass 7 Hari

4.9 / 5.0
11 Reviews ( Read Reviews )
  • Dochula Festival

    Dochula Festival
    Attend Dochula Pass Festival that is performed by the Royal Bhutan Army

  • 多雄拉节日

    多雄拉节日
    參與多楚拉節慶,由不丹皇家軍隊演出

  • Dochula Festival

    Dochula Festival
    Celebrate Bhutanese's victory on the Himalaya.

  • 多雄拉节日

    多雄拉节日
    慶祝不丹在喜瑪拉亞的勝利

  • Dochula Festival

    Dochula Festival
    Dancer in traditional costume

  • 多雄拉节日

    多雄拉节日
    傳統風俗的舞蹈

  • Dochula Festival

    Dochula Festival
    Dancer in traditional costume

  • 多雄拉节日

    多雄拉节日
    傳統風俗的舞蹈

Festival Dochula atau Tshechu, Druk Wangyel Tshechu, diadakan pertama kali oleh Ratu Ashi Dorji Wangmo Wangchuck pada tahun 2011. Ini adalah festival unik karena festival ini sepenuhnya dilakukan oleh Angkatan Darat Kerajaan Bhutan, bukan di biara. Para tentara telah diberi pelatihan tiga bulan dalam tarian rakyat dan topeng. Festival ini akan dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 16.15.
 

 

Day 1

     Hari 1 : Kedatangan di Paro, Bhutan

Elevation 2,320 m     Weather in Paro

Selamat datang di Bhutan, Tanah Naga Guntur. Mendarat di Bandara Internasional Paro, Anda akan disambut oleh pemandu Anda saat keluar dari ruang kedatangan. Hari ini, kita akan bersantai sambil menyesuaikan diri dengan iklim di tempat tinggi ini. Berkendara ke Thimphu, check in ke hotel dan mari kita rasakan masakan Bhutan pertama Anda dan tamasya ringan di Thimphu jika sempat.

Museum Pusaka - Dedicated untuk menghubungkan orang ke Bhutan pedesaan masa lalu meskipun pameran artefak yang digunakan dalam rumah tangga di pedesaan.

Museum Tekstil - Saksikanlah seni tenun tradisional.
Dzong Simtokha - Lima mil dari Thimphu, di punggung gunung yang tinggi, berdiri Dzong Semtokha, benteng tertua di Kerajaan ini.

Hotels:

Day 2

     Hari 1 : Kedatangan di Paro, Bhutan

Elevation 2,320 m     Weather in Paro

Selamat datang di Bhutan, Tanah Naga Guntur. Mendarat di Bandara Internasional Paro, Anda akan disambut oleh pemandu Anda saat keluar dari ruang kedatangan. Hari ini, kita akan bersantai sambil menyesuaikan diri dengan iklim di tempat tinggi ini. Berkendara ke Thimphu, check in ke hotel dan mari kita rasakan masakan Bhutan pertama Anda dan tamasya ringan di Thimphu jika sempat.

Museum Pusaka - Dedicated untuk menghubungkan orang ke Bhutan pedesaan masa lalu meskipun pameran artefak yang digunakan dalam rumah tangga di pedesaan.

Museum Tekstil - Saksikanlah seni tenun tradisional.
Dzong Simtokha - Lima mil dari Thimphu, di punggung gunung yang tinggi, berdiri Dzong Semtokha, benteng tertua di Kerajaan ini.

Hotels:

Day 3

     Hari 1 : Kedatangan di Paro, Bhutan

Elevation 2,320 m     Weather in Paro

Selamat datang di Bhutan, Tanah Naga Guntur. Mendarat di Bandara Internasional Paro, Anda akan disambut oleh pemandu Anda saat keluar dari ruang kedatangan. Hari ini, kita akan bersantai sambil menyesuaikan diri dengan iklim di tempat tinggi ini. Berkendara ke Thimphu, check in ke hotel dan mari kita rasakan masakan Bhutan pertama Anda dan tamasya ringan di Thimphu jika sempat.

Museum Pusaka - Dedicated untuk menghubungkan orang ke Bhutan pedesaan masa lalu meskipun pameran artefak yang digunakan dalam rumah tangga di pedesaan.

Museum Tekstil - Saksikanlah seni tenun tradisional.
Dzong Simtokha - Lima mil dari Thimphu, di punggung gunung yang tinggi, berdiri Dzong Semtokha, benteng tertua di Kerajaan ini.

Hotels:

Day 4

     Hari 2 : Tur Thimphu

Elevation 2,320 m     Weather in Paro

Dzong Thimphu - The Dzong terbesar ini juga merupakan tempat duduknya kantor Raja Bhutan.

Chorten Peringatan Nasional - Yang dibangun untuk menghormati almarhum Raja Jigme Wangchuk Dorji.

Pabrik Pembuatan Kertas - Saksikan seni pembuatan kertas.

Pasar Petani Seabad’ Market - Setiap Sabtu dan Minggu sebagian besar penduduk Thimphu berkumpul di 
 tepi sungai di mana pasar akhir pekan diadakan. Di sini penduduk desa dari lembah dan tempat-tempat lain di dekatnya datang untuk menjual berbagai macam produk-produk pertanian.

Celahan Dochulas - 108 chorten tersebut dibangun oleh Paduka Ibu Suri Ashi Dorji Wangchuck Wangmo untuk memperingati kemenangan atas militan India dan membebaskan jiwa tentara yang gugur.

Hotels:

Day 5

     Hari 3 : Punakha

Elevation 1,300 m     Weather in Punakha

Menghadiri Dochula Festival di Dochula Pass

 

Dzong Punakha - Dibangun pada tahun 1637, dzong terus menjadi rumah musim dingin bagi para rohaniwan, yang dipimpin oleh Kepala Abbott, Je Khenpo. Ini adalah contoh yang menakjubkan dari arsitektur Bhutan, duduk pada persimpangan dua sungai, menggambarkan citra sebuah kota abad pertengahan dari kejauhan. Dzong ini hancur oleh api dan banjir glasial selama bertahun-tahun tetapi telahdipulihkan secara hati-hati dan, hari ini, merupakan contoh yang baik dari keahlian terbaik Bhutan.

 

Khamsum Yulley Namgyal Chorten - Dibangun oleh Ibu Suri ke 3 Ashi Tshering Yangdon Wangchuck, Chorten ini adalah contoh indah dari arsitektur dan seni Bhutan dan merupakan satu-satunya dari jenisnya di dunia. Candi ini dibangun selama delapan setengah tahun dan rinciannya diambil dari kitab suci agama.

Hotels:

Day 6

     Punakha ke Paro

Elevation 2,280 m     Weather in Paro

Lembah Paro - Lembah yang indah ini adalah rumah bagi banyak biara-biara dan kuil-kuil tua Bhutan. Bandara satu-satunya di negara ini adalah di Paro. Lembah ini juga rumah bagi gunung Chomolhari (7.300 meter) yang terletak di ujung utara lembah yang air gletsernya membentuk Pachu yang mengalir melalui lembah. Berikut ini adalah beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi di Paro.

 

Dzong Paro - Juga dikenal sebagai Dzong Rinpung, benteng/biara besar abad ke-15 ini juga merupakan pusat administrasi dzonkhag

Dzong Ta - Dibangun sebagai menara pengawas Dzong Ta, ia diubah menjadi Museum Nasional pada tahun 1968. Museum ini membanggakan Thangka, tekstil, senjata dan baju besi antik, benda-benda rumah tangga dan berbagai macam artefak alami dan bersejarah.

Waktu berkendara 4 jam

Hotels:

Day 7

     Paro

Elevation 2,280 m     Weather in Paro
Dzong Drukgyal – Sebuah perjalanan pagi hari, di utara lembah Paro membawa kita ke reruntuhan Dzong Drukgyal. Dibangun pada tahun 1647 oleh Zhabdrung Ngawang Namgyal Agung, ayah dan pemersatu Bhutan abad pertengahan, Dzong itu hancur oleh api yang disengaja dan ditinggalkan di reruntuhan sebagai peringatan yang menggugah dari kemenangan besar untuk apa benteng itu dibangung. Jelajahi benteng dan hidupkan kembali kenangan masa lalu yang agung.
 
Biara Taktsang – Pendakian naik selama satu jam ke kantin juga merupakan sudut pandang dimana Anda dapat menikmati pemandangan ke arah biara. Bendera-bendera doa menghiasi tebing dan ini juga di mana Guru Padmasambhava mendarat di punggun harimau betina di abad ke 8.
 
Kyichu Lhakhang - Juga dikenal sebagai kuil Kyerchu atau Lho Kyerchu, adalah kuil tertua di Bhutan. Seperti Jambhay Lhakhang di Bumthang, kuil ini adalah salah satu dari 108 kuil yang dibangun oleh Raja Tibet Songtsen Gampo untuk menenangkan para raksasa yang ingin menghacurkan penyebaran agama Buddha. Menurut legenda, 108 kuil ini dibangun dalam semalam.

Hotels:

Day 8

     Paro

Elevation 2,280 m     Weather in Paro
Dzong Drukgyal – Sebuah perjalanan pagi hari, di utara lembah Paro membawa kita ke reruntuhan Dzong Drukgyal. Dibangun pada tahun 1647 oleh Zhabdrung Ngawang Namgyal Agung, ayah dan pemersatu Bhutan abad pertengahan, Dzong itu hancur oleh api yang disengaja dan ditinggalkan di reruntuhan sebagai peringatan yang menggugah dari kemenangan besar untuk apa benteng itu dibangung. Jelajahi benteng dan hidupkan kembali kenangan masa lalu yang agung.
 
Biara Taktsang – Pendakian naik selama satu jam ke kantin juga merupakan sudut pandang dimana Anda dapat menikmati pemandangan ke arah biara. Bendera-bendera doa menghiasi tebing dan ini juga di mana Guru Padmasambhava mendarat di punggun harimau betina di abad ke 8.
 
Kyichu Lhakhang - Juga dikenal sebagai kuil Kyerchu atau Lho Kyerchu, adalah kuil tertua di Bhutan. Seperti Jambhay Lhakhang di Bumthang, kuil ini adalah salah satu dari 108 kuil yang dibangun oleh Raja Tibet Songtsen Gampo untuk menenangkan para raksasa yang ingin menghacurkan penyebaran agama Buddha. Menurut legenda, 108 kuil ini dibangun dalam semalam.

Hotels:

Day 9

     Meninggalkan Paro

Elevation 2,280 m     Weather in Paro
Hari ini kita akan meninggalkan negara Himalaya ini dan mengambil penerbangan awal. Kami berharap Anda sudah berteman dan juga membawa pulang banyak foto dan kenangan indah dari Bhutan. Kami berharap akan bertemu lagi dengan Anda di negara yang menakjubkan ini! Tashi Delek!
 
Festival Dochula atau Tshechu, Druk Wangyel Tshechu, diadakan pertama kali oleh Ratu Ashi Dorji Wangmo Wangchuck pada tahun 2011. Ini adalah festival unik karena festival ini sepenuhnya dilakukan oleh Angkatan Darat Kerajaan Bhutan, bukan di biara. Para tentara telah diberi pelatihan tiga bulan dalam tarian rakyat dan topeng. Festival ini akan dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 16.15.
 

 

Day 1

     Hari 1 : Kedatangan di Paro, Bhutan

Elevation 2,320 m     Weather in Paro

Selamat datang di Bhutan, Tanah Naga Guntur. Mendarat di Bandara Internasional Paro, Anda akan disambut oleh pemandu Anda saat keluar dari ruang kedatangan. Hari ini, kita akan bersantai sambil menyesuaikan diri dengan iklim di tempat tinggi ini. Berkendara ke Thimphu, check in ke hotel dan mari kita rasakan masakan Bhutan pertama Anda dan tamasya ringan di Thimphu jika sempat.

Museum Pusaka - Dedicated untuk menghubungkan orang ke Bhutan pedesaan masa lalu meskipun pameran artefak yang digunakan dalam rumah tangga di pedesaan.

Museum Tekstil - Saksikanlah seni tenun tradisional.
Dzong Simtokha - Lima mil dari Thimphu, di punggung gunung yang tinggi, berdiri Dzong Semtokha, benteng tertua di Kerajaan ini.

Hotels:

Day 2

     Hari 1 : Kedatangan di Paro, Bhutan

Elevation 2,320 m     Weather in Paro

Selamat datang di Bhutan, Tanah Naga Guntur. Mendarat di Bandara Internasional Paro, Anda akan disambut oleh pemandu Anda saat keluar dari ruang kedatangan. Hari ini, kita akan bersantai sambil menyesuaikan diri dengan iklim di tempat tinggi ini. Berkendara ke Thimphu, check in ke hotel dan mari kita rasakan masakan Bhutan pertama Anda dan tamasya ringan di Thimphu jika sempat.

Museum Pusaka - Dedicated untuk menghubungkan orang ke Bhutan pedesaan masa lalu meskipun pameran artefak yang digunakan dalam rumah tangga di pedesaan.

Museum Tekstil - Saksikanlah seni tenun tradisional.
Dzong Simtokha - Lima mil dari Thimphu, di punggung gunung yang tinggi, berdiri Dzong Semtokha, benteng tertua di Kerajaan ini.

Hotels:

Day 3

     Hari 1 : Kedatangan di Paro, Bhutan

Elevation 2,320 m     Weather in Paro

Selamat datang di Bhutan, Tanah Naga Guntur. Mendarat di Bandara Internasional Paro, Anda akan disambut oleh pemandu Anda saat keluar dari ruang kedatangan. Hari ini, kita akan bersantai sambil menyesuaikan diri dengan iklim di tempat tinggi ini. Berkendara ke Thimphu, check in ke hotel dan mari kita rasakan masakan Bhutan pertama Anda dan tamasya ringan di Thimphu jika sempat.

Museum Pusaka - Dedicated untuk menghubungkan orang ke Bhutan pedesaan masa lalu meskipun pameran artefak yang digunakan dalam rumah tangga di pedesaan.

Museum Tekstil - Saksikanlah seni tenun tradisional.
Dzong Simtokha - Lima mil dari Thimphu, di punggung gunung yang tinggi, berdiri Dzong Semtokha, benteng tertua di Kerajaan ini.

Hotels:

Day 4

     Hari 2 : Tur Thimphu

Elevation 2,320 m     Weather in Paro

Dzong Thimphu - The Dzong terbesar ini juga merupakan tempat duduknya kantor Raja Bhutan.

Chorten Peringatan Nasional - Yang dibangun untuk menghormati almarhum Raja Jigme Wangchuk Dorji.

Pabrik Pembuatan Kertas - Saksikan seni pembuatan kertas.

Pasar Petani Seabad’ Market - Setiap Sabtu dan Minggu sebagian besar penduduk Thimphu berkumpul di 
 tepi sungai di mana pasar akhir pekan diadakan. Di sini penduduk desa dari lembah dan tempat-tempat lain di dekatnya datang untuk menjual berbagai macam produk-produk pertanian.

Celahan Dochulas - 108 chorten tersebut dibangun oleh Paduka Ibu Suri Ashi Dorji Wangchuck Wangmo untuk memperingati kemenangan atas militan India dan membebaskan jiwa tentara yang gugur.

Hotels:

Day 5

     Hari 3 : Punakha

Elevation 1,300 m     Weather in Punakha

Menghadiri Dochula Festival di Dochula Pass

 

Dzong Punakha - Dibangun pada tahun 1637, dzong terus menjadi rumah musim dingin bagi para rohaniwan, yang dipimpin oleh Kepala Abbott, Je Khenpo. Ini adalah contoh yang menakjubkan dari arsitektur Bhutan, duduk pada persimpangan dua sungai, menggambarkan citra sebuah kota abad pertengahan dari kejauhan. Dzong ini hancur oleh api dan banjir glasial selama bertahun-tahun tetapi telahdipulihkan secara hati-hati dan, hari ini, merupakan contoh yang baik dari keahlian terbaik Bhutan.

 

Khamsum Yulley Namgyal Chorten - Dibangun oleh Ibu Suri ke 3 Ashi Tshering Yangdon Wangchuck, Chorten ini adalah contoh indah dari arsitektur dan seni Bhutan dan merupakan satu-satunya dari jenisnya di dunia. Candi ini dibangun selama delapan setengah tahun dan rinciannya diambil dari kitab suci agama.

Hotels:

Day 6

     Punakha ke Paro

Elevation 2,280 m     Weather in Paro

Lembah Paro - Lembah yang indah ini adalah rumah bagi banyak biara-biara dan kuil-kuil tua Bhutan. Bandara satu-satunya di negara ini adalah di Paro. Lembah ini juga rumah bagi gunung Chomolhari (7.300 meter) yang terletak di ujung utara lembah yang air gletsernya membentuk Pachu yang mengalir melalui lembah. Berikut ini adalah beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi di Paro.

 

Dzong Paro - Juga dikenal sebagai Dzong Rinpung, benteng/biara besar abad ke-15 ini juga merupakan pusat administrasi dzonkhag

Dzong Ta - Dibangun sebagai menara pengawas Dzong Ta, ia diubah menjadi Museum Nasional pada tahun 1968. Museum ini membanggakan Thangka, tekstil, senjata dan baju besi antik, benda-benda rumah tangga dan berbagai macam artefak alami dan bersejarah.

Waktu berkendara 4 jam

Hotels:

Day 7

     Paro

Elevation 2,280 m     Weather in Paro
Dzong Drukgyal – Sebuah perjalanan pagi hari, di utara lembah Paro membawa kita ke reruntuhan Dzong Drukgyal. Dibangun pada tahun 1647 oleh Zhabdrung Ngawang Namgyal Agung, ayah dan pemersatu Bhutan abad pertengahan, Dzong itu hancur oleh api yang disengaja dan ditinggalkan di reruntuhan sebagai peringatan yang menggugah dari kemenangan besar untuk apa benteng itu dibangung. Jelajahi benteng dan hidupkan kembali kenangan masa lalu yang agung.
 
Biara Taktsang – Pendakian naik selama satu jam ke kantin juga merupakan sudut pandang dimana Anda dapat menikmati pemandangan ke arah biara. Bendera-bendera doa menghiasi tebing dan ini juga di mana Guru Padmasambhava mendarat di punggun harimau betina di abad ke 8.
 
Kyichu Lhakhang - Juga dikenal sebagai kuil Kyerchu atau Lho Kyerchu, adalah kuil tertua di Bhutan. Seperti Jambhay Lhakhang di Bumthang, kuil ini adalah salah satu dari 108 kuil yang dibangun oleh Raja Tibet Songtsen Gampo untuk menenangkan para raksasa yang ingin menghacurkan penyebaran agama Buddha. Menurut legenda, 108 kuil ini dibangun dalam semalam.

Hotels:

Day 8

     Paro

Elevation 2,280 m     Weather in Paro
Dzong Drukgyal – Sebuah perjalanan pagi hari, di utara lembah Paro membawa kita ke reruntuhan Dzong Drukgyal. Dibangun pada tahun 1647 oleh Zhabdrung Ngawang Namgyal Agung, ayah dan pemersatu Bhutan abad pertengahan, Dzong itu hancur oleh api yang disengaja dan ditinggalkan di reruntuhan sebagai peringatan yang menggugah dari kemenangan besar untuk apa benteng itu dibangung. Jelajahi benteng dan hidupkan kembali kenangan masa lalu yang agung.
 
Biara Taktsang – Pendakian naik selama satu jam ke kantin juga merupakan sudut pandang dimana Anda dapat menikmati pemandangan ke arah biara. Bendera-bendera doa menghiasi tebing dan ini juga di mana Guru Padmasambhava mendarat di punggun harimau betina di abad ke 8.
 
Kyichu Lhakhang - Juga dikenal sebagai kuil Kyerchu atau Lho Kyerchu, adalah kuil tertua di Bhutan. Seperti Jambhay Lhakhang di Bumthang, kuil ini adalah salah satu dari 108 kuil yang dibangun oleh Raja Tibet Songtsen Gampo untuk menenangkan para raksasa yang ingin menghacurkan penyebaran agama Buddha. Menurut legenda, 108 kuil ini dibangun dalam semalam.

Hotels:

Day 9

     Meninggalkan Paro

Elevation 2,280 m     Weather in Paro
Hari ini kita akan meninggalkan negara Himalaya ini dan mengambil penerbangan awal. Kami berharap Anda sudah berteman dan juga membawa pulang banyak foto dan kenangan indah dari Bhutan. Kami berharap akan bertemu lagi dengan Anda di negara yang menakjubkan ini! Tashi Delek!
 
What's Included

Suitable Months
  • Festival Date: 13th December 2017
Prices
  • For Travel during Druk Wangyel Tshechu
  • USD 1,489 for 1 person traveler
  • USD 1,429 per person for 2 person travelers
  • USD 1,249 per person for group with 3 or more
What's Excluded

Our Guarantee

Guaranteed Visa approval. We have yet to disappoint a single of our travellers in term of Visa issuance.

Your choice of hotels will be confirmed for your inspection before your arrival. We only book you on hotels which we love and would love again.

We will be happy to change your guide, driver or vehicle on the first two days of arrival in Thimphu if you are not satisfied with our selection. Drop us a note and our hospitality team be on the spot to assist you.

We’re here to help. Our world-class member services team is available by phone or email — there's no automated system or call center; you'll communicate with a real person.

Ask Us A Question



Login is required to post a question.

Recent Customer Reviews 4.9 / 5.0 ( Read Reviews )


98.0 % of Our Travellers Recommend This Travel Plan

Sort by: Newest / Oldest


 
SS
Sandra Sandu
Singapore, Dec 2017

I had a fantastic time in Bhutan and enjoyed every minute.

My dedicated guide Ms Tashi Dema and my driver Dorji Dago were excellent in every way and very professional.
I would like to thank them from the bottom of my heart. The new Hyundai Santa Fe car 2200 cc was excellent with good road holding. Im glad i went alone and did not join the tour because it gave me more flexibility.
Will certainly return to Bhutan in April.

+Read Full Review


CK
Cheryl Koh
Singapore, Dec 2017

We had a wonderful and magical time in Bhutan. You have an amazing country and we left in awe.
About the trip - we feel privileged to have been amongst the few travellers to have visited Bhutan.
The itinerary was fine, as per what was described in your travel notes. So we were well prepared. We were lucky to have encountered National Day and saw some of the festivities. We also enjoyed the traditional festival (sorry forgot the name for that). I think besides the amazing scenery, the other most interesting aspect of the tour is understanding the culture of Bhutan.
For this, the guide plays a very important role. He/She is almost the only touchpoint we have to understanding the culture better. We felt Kunzang was good with children and willing to be patient with them. Perhaps she could

+Read Full Review


YW
Yit Ming Wong
Singapore, Dec 2017

Kuzuzangpo La

It is quite regrettable to learn that my elder daughter is among the least travelled within her peer group. In January this year I made her a proposition to visit Bhutan together after finishing her 'O' Levels examination in December and at that time Bhutan is merely an unfamiliar geographical term to her. Choosing Bhutan is to let her have a unique travelling experience different from the mainstream in addition to learn the Bhutanese way of being the happiest people in the world.
We started falling in love at first sight with the beautiful landscape and architecture out of the aircraft window before the landing when the plane flew within a very close distance to the mountain range, puzzling if we were in Kolkata but finally learned that we have arrived about an hour ahead

+Read Full Review


Read More Testimonial »